Film yang meceritakan tentang sepasang kekasih yang baru bertemu semalam langsung 'one night stand'. seorang musisi laki-laki sebagai vokalis di sebuah band yang jatuh cinta dengan seorang perempuan pemain cello. Sehubungan si wanita yang memang berasal dari wanita kaya dan berada di bawah pengawasan ayahnya yg over protektif, wanita tersebut tidak bisa bertemu kembali dengan si pria. Keduanya pun patah hati dan tidak bertemu dalam jangka waktu yg lama. Dan tanpa diduga ternyata si wanita hamil hasil dari hubungan mereka berdua saat malam itu (walaupun baru kenal hehe..). Saat melahirkan ayah si wanita diam2 mengadopsi bayinya dengan memalsukan tanda tangan anaknya tanpa sepengetahuan anaknya tersebut.
Si bayi pun tumbuh di tempat pengungsian anak2 adopsi. Dia memiliki kejeniusan dalam hal musik dan bisa mendengarkan musik dari alam sekitar dan memainkannya secara otodidak pada gitar dan piano. Walaupun pada gitar dia hanya memukul2nya (seperti teknik slap dan tapping ala Balawan, well, agak mustahil hehehe..).
Anaka tersebut bernama Evan Taylor, namun dia kabur dan bermaksud mencari kedua rang tuanya. Dia pun bertemu dengan pengamen jalanan negro yg sebaya dgnnya. Dia diajak oleh teman pengamennya tersebut ke tempat penampunyan ilegal anak-anak jalanan yg diasuh oleh seorang penyalur bakat musik jalanan yg diperankan oleh Robin Williams. Dia merubah nama Evan menjadi August Rush, sebagai nama panggilan sebagai musisi. Akhirnya tempat penampungan anak-anak adopsi menemukan Evan dan melaporkan Robin tadi pada polisi. August pun kabur saat terjadi kejar2an dgn polisi dan tidak sengaja masuk ke gereja yang di dalamnya sedang ada paduan suara. Evan tertarik dan akhirnya ditampung di gereja tersebut. Evan mencoba memainkan piano di gereja yang nada-nadanya dia dengar dari cahaya yang masuk ke gereja tersebut dan petugas gereja terpukau dengan bakat Evan ini dan mendaftarkannyanya ke sebuah sekolah musik. Di sana Evan diketahui berbakat luar biasa oleh gurunya dan langsung dipercaya untuk menjadi komposer untuk sebuah konser di mana dia sebagai dirigen. Ibu kandung Evan mulai mencari keberdaan Evan dan secara kbetulan ibunya Evan memainkan Cello di konser yang sama. Ayah kandungnya yg tadinya sudah berhasil menjadi pengusaha sukses kebali ngeband karena mengingat kembali kenangan bersama bandnya juga bersama wanita yg dia cintai. Saat pulang manggung, ayahnya melihat spanduk konser August Rush dan melihat nama si wanita tersebut. Ayahnya ini pernah secara tidak sengaja mengobrol di jalan dengan anak kandungny sendiri tanpa mereka sadari bahwa mereka anak dan ayah tentunya. Mereka sempat bermain gitar bersama. Dia pun menghampiri konser tersebut. Hmmm....jadi bagaimana akhirnya? yah, begitulah hehehe...Happy Ending tentu saja...
banyaak yg diperbuas.. *ih..masa bisa gitu*..kepinteran ah anaknya..*simple bgt buat nyampe endingnya*...bla,..blah*...kebetulannya bgt2*.. tapi kenapa yaa banyak yg bilang nih film bgs bgt??
ya lumayan lah buat mengisi waktu luang...hehehe...emang aga mustahil sih.hehehe..mimik mukanya si august bodor klo lagi maen gitar, kliatan kaya seneng banget gitu...heheh..
ya lumayan lah buat mengisi waktu luang...hehehe...emang aga mustahil sih.hehehe..mimik mukanya si august bodor klo lagi maen gitar, kliatan kaya seneng banget gitu...heheh..
banyaak yg diperbuas.. *ih..masa bisa gitu*..kepinteran ah anaknya..*simple bgt buat nyampe endingnya*...bla,..blah*...kebetulannya bgt2*.. tapi kenapa yaa banyak yg bilang nih film bgs bgt??
yup! saya juga aga aneh byk blg 'bagus bgt'...mungkin filosofi qoute nya emg bagus sih "Music is everywhere, all you have to do is listen" waw! itunya sih menakjubkan...